Apakah polisi dan peramedis Taiwan membiarkan pekerja migran meninggal?

13
Image caption Ayah dan saudara perempuan Nguyen Quoc Phi ikut dalam unjuk rasa untuk meminta jawaban pemerintah atas kematiannya.

Rekaman video yang memperlihatkan polisi dan paramedis gagal memberikan pengobatan kepada seorang pekerja migran asal Vietnam memicu kecaman di Taiwan.

Mantan pekerja pabrik, Nguyen Quoc Phi, ditembak oleh polisi sampai sembilan kali di wilayah Hsinchu, di dekat ibu kota Taipei, pada 31 Agustus lalu, karena adanya laporan tentang pencurian mobil.

Dash cam -atau kamera di dalam mobil- yang merekam dari ambulans yang pertama kali tiba di tempat kejadian menayangkan seorang aparat polisi memerintahkan paramedis tidak mendekati Nguyen karena 'dia belum sepenuhnya terkendali'.

Mereka berdiri selama beberapa menit tanpa memberi bantuan kepada pria berusia 27 tahun tersebut.

Paramedis malah merawat seorang pegawai pemerinah yang luka ringan tanpa mendekati pria yang luka parah terbaring di tanah.

Walau cedera, pria tersebut kemudian diborgol dan ambulans yang kedua kemudian tiba namun Nguyen dinyatakan tewas ketika tiba di rumah sakit.

Sebuah lembaga pengawas pemerintah, Control Yuan, sudah meluncurkan penyelidikan tentang hal yang sebenarnya terjadi setelah maraknya protes dari para pegiat hak asasi. Kejaksaan juga mulai menyelidiki kasus ini.

Image caption Kamera ambulans merekam seorang pegawai pemerintah yang luka ringan mendapat perawatan namun korban yang luka parah dibiarkan.

Ayah dari korban, Nguyen Quoc Dong, mengatakan, "Saya hanya punya satu tuntutan: pemerintah Taiwan seharusnya menjelaskan yang terjadi dan mengapa."

Kasus ini memicu kembali perlakuan atas pekerja migran di Taiwan.

Ketika ditanya kenapa para awak dinas layanan darurat tidak langsung membantu Nguyen, seorang paramedis dari Biro San Chi di Hsinchu mengatakan kepada BBC, "Aparat polisi meminta agar kami tidak mendekat."

"Bagaimana jika (pendatang itu) tiba-tiba bertindak gila dan melakukan sesuatu? Dan dia belum diborgol jadi kami tidak bisa melakukan apa pun."

Hak atas foto EPA
Image caption Diperkirakan terdapat sekitar 600.000 pekerja migran di Taiwan.

Seementara Kepolisian Nasional mengatakan Nguyen menyerang aparat dan pegawai pemerintah yang berupaya menghentikannya ketika merusak dan mencuri sebuah mobil.

Namun ayah korban mempertanyakan versi polisi tentang insiden tersebut.

"Saya tidak percaya yang dikatakan polisi bahwa putra saya mencoba menucri mobil. Dia bahkan tidak menyetir. Saya kira ada penggunaan kekuatan yang berlebihan."

Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan, TIWA, yang mengelar protes Jumat (15/09) mendesak pihak berwenang mengungkapan rekaman video terkait kasus itu.

Rekaman dash cam ambulans itu bisa diperoleh BBC namun tidak disiarkan karena materinya yang bisa mengganggu orang.

Dan tidak jelas apakah mobil polisi di tempat kejadian juga dilengkapi dengan kamera atau tidak.

Taiwan merupakan salah satu tujuan utama para pekerja migran dengan sekitar 600.000 pekerja pabrik, pembantu rumah tangga, maupun pekerja kasar lainnya,

Para pegiat mengatakan pekerja migran sering kali terperangkap utang besar kepada para agen tenaga kerja sehingga banyak yang lari dari pekerjaan awalnya untuk menghindari gaji mereka dipotong secara besar-besaran.

Mereka kemudian bekerja secara gelap namun dengan risiko tinggi, seperti Nguyen yang ke luar dari pekerjaan awalnya sekitar tiga tahun lalu.

Para pengunjuk rasa pada aksi Jumat pekan lalu, mengecam pemerintah serta aparat penegak hukum memperlakukan pekerja migran yang melarikan diri dari pekerjaannya seperti penjahat.

"Saya bertanya kepada rakyat Taiwan, kenapa beberapa orang boleh berganti majikan tapi yang lain tidak? Dan mereka yang lari dari pekerjaannya ditangkap dan bahkan ditembak polisi. Insiden ini terjadi di Taiwan yang disebut demokratis," kata Hsu Wei-dung dari TIWA.

BBC Indonesia