Frau meriahkan Festival Darwin 2016 di Australia

    294
    Frau saat gladi resik konser "Tentang Rasa" di Gedung Kesenian Jakarta (19/1/2016)
    Frau saat gladi resik konser "Tentang Rasa" di Gedung Kesenian Jakarta (19/1/2016)
    © Indra Rosalia/Beritagar.id

    Kancah musik independen tanah air melalui musisi terbaiknya terus merambah berbagai festival musik mancanegara. Usai kabar Rully Shabara dan Wukir Suryadi dari Senyawa diundang Eaux Claires Music Festival di Amerika Serikat (12-13/8/2016), giliran Frau tampil di Darwin Festival, Australia, pada 20-21 Agustus 2016.

    Dalam laman resmi Darwin Festival terpajang informasi Frau akan mengisi Festival Lounge di Darwin Railway Club pada Ahad (21/8), sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

    Frau yang terdiri dari Leilani Hermiasih (pianis dan penyanyi) dan Oskar (piano elektrik Roland RD-700SX) dijadwalkan berkolaborasi (jam session) dengan Dave Crowe (beatboxer) dan Veronique Serret (violis) di panggung tersebut.

    Laman Facebook Frau menambahkan bahwa sehari sebelum mengisi Festival Lounge, pelantun "Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa" itu akan tampil di Festival Park Bamboo Bandstand sekitar pukul 17.00. Malam harinya sekira jam 20.00, giliran panggung Brown's Mart Theatre jadi tempatnya unjuk penampilan.

    Ini adalah pertama kali Frau diundang tampil ke Darwin Festival yang bermula sejak 1979. Namun, musikus berusia 26 itu bukan nama dari scene musik independen tanah air pertama yang pernah main di sana.

    Endah Widiastuti (gitaris) dan Rhesa Aditya (bass) yang mengusung folk pop lewat Endah N Rhesa melakukannya tahun lalu. Penampilan mereka kala itu juga berisi kolaborasi dengan Sweet Jean, duo folk asal Melbourne yang terbentuk sejak 2010.

    Lani –panggilan Leilani– bersama Oskar sebelumnya menggelar konser bertajuk "Tentang Rasa" di Bandung (22/5/2015), Yogyakarta (29-30/10/2015), dan Jakarta (20/1/2016). Pada konser di Jakarta, promotor menambah satu jadwal pertunjukan lagi pada siang hari untuk mengakomodasi para penonton yang tidak kebagian tiket.

    Sepanjang Juni, Lani meluncurkan proyek kolaborasi bersama Woto Wibowo alias Wok The Rock (pendiri net label musik Yes No Wave) dan Casco — Art, Design and Theory yang berbasis di Utrecht, Belanda.

    Proyek seni bernama Parasite Lottery itu berisi empat lagu yang disertai lirik dan komik strip berisi sentilan terhadap kondisi global terkini, seperti tatanan ekonomi, politik, dan sosial budaya dalam kaidah seni kontemporer.

    Secara bertahap Frau melepas empat karya yang terdiri dari "Pull The Plug!" (6/6), "Slow Burn" (16/6), "Storm Over Cut" (23/6), dan "We Are Parasite" (27/6) melalui situs Casco Projects. Kini semuanya telah terangkum dalam satu paket yang bisa diunduh gratis melalui yesnowave.com.

    Jika Frau sempat melantunkan beberapa lagu baru seperti "Layang-layang", "Sembunyi", dan "Tukang Jagal" yang tidak terdapat dalam dua albumnya terdahulu saat konser "Tentang Rasa", tidak tertutup kemungkinan ia mengisi repertoarnya di Darwin Festival dengan lagu-lagu dari album Parasite Lottery.

    Original Article