Kapan sajakah buah lokal berlimpah?

111
TAK KENAL... | Maka tak sayang, kata pepatah. Apakah putra-putri atau keponakan Anda ada yang tak mengenal salah satu buah di atas?
TAK KENAL… | Maka tak sayang, kata pepatah. Apakah putra-putri atau keponakan Anda ada yang tak mengenal salah satu buah di atas?
© Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Berapa banyak lagu yang menyebutkan buah? Yang tak terlalu lawas adalah band Wali. Dari musim duren hingga musim rambutan / Tak kunjung aku dapatkan (“Cari Jodoh”, dalam Cari Jodoh, 2009).

Setengah abad sebelumnya berkumandanglah “Papaja Cha-cha”, karya Adikarso, yang terangkut ke dalam album kompilasi Papaja Mangga Pisang Djambu (Irama, 1957).

Dalam cha-cha ada pepaya, mangga, pisang, dan jambu, lalu ditambah jeruk, rambutan, duren, duku, “dan lain-lainnya” — kata pemungkas yang mencakup lebih banyak buah. Ada ajakan, “Marilah mari kawan-kawan semua membeli buah-buahan.”

Sebelum melantur sampai lagu “Dondong Apa Salak” (Kris Biantoro, 1964) dan penggalan lirik “buah semangka berdaun sirih” dari “Aku Begini Engkau Begitu” (Rinto Harahap, 1988), ada baiknya Anda melongok infografik. Tentang jadwal panen buah lokal. Semoga semua buah itu Anda kenal nama dan rasanya.

Visualiasi oleh Beritagar.id itu hanyalah olah ulang dari sajian TaniHub di laman Facebook. TaniHub, yang berkantor di Jakarta, adalah simpul penghubung penjual dan pembeli produk pertanian.

BERITAGAR.ID