Lima hal yang perlu Anda ketahui terkait kunjungan Raja Salman

77

pangeran minyak

Hak atas foto
Twitter

Dari pangeran-pangeran Arab yang banyak dibicarakan netizen, hingga rencana demo mendesak Raja Arab Saudi mengampuni tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terancam hukuman mati, inilah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait kunjungan Raja Salman ke Indonesia.

Angka-angka fantastis

Bilangan-bilangan fantastis terus bermunculan menjelang kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia.

Seperti yang disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Raja berusia 81 tahun itu datang dengan membawa "kira-kira 1.500 orang, termasuk 10 menteri, dan 25 pangeran."

Hak atas foto
Bruce Bennett

Image caption

Rombongan Raja Salman tiba dengan setidaknya tujuh pesawat.

Dalam kunjungan selama sembilan hari di tiga lokasi itu; Jakarta dan Bogor (1-4 Maret) serta Bali (4-9 Maret), rombongan raja yang mulai bertahta sejak Januari 2015 tersebut diangkut setidaknya oleh tujuh pesawat berbadan lebar.

Ketujuh pesawat itu adalah dua unit Boeing 777, satu Boeing 747 SP, satu Boeing 747-300, satu Boeing 747-400, sebuah pesawat Boeing 757 dan satu unit persawat Hercules.

Pengamanan yang disiapkan oleh Polri pun tidak bisa dibilang main-main. Wakil Kapolri Komjen Polisi Syaffrudin menyebut sebanyak 10 ribu anggotanya akan mengamankan rombongan Raja Salman. Mayoritas akan terfokus di Bali, yaitu sebanyak 5.000 anggota.

Kedatangan ke Indonesia ini juga bisa disebut bersejarah karena inilah untuk pertama kalinya raja Arab berkunjung ke Indonesia dalam 47 tahun terakhir.

Hak atas foto
BAY ISMOYO

Image caption

Sebanyak 10.000 polisi disiapkan untuk mengamankan kedatangan Raja Arab.

Terakhir kali pimpinan kerajaan Arab Saudi datang ke Indonesia adalah pada 10 Juni 1970. Kala itu Raja Faisal membawa jumlah rombongan yang jauh lebih sedikit, yaitu 'hanya' 58 orang yang terdiri dari staf kerajaan, pengawal, wartawan Saudi, serta juru masak khusus.

Pangeran Arab yang digandrungi

Ketika informasi bahwa kedatangan Raja Salman akan diiringi dengan kehadiran 25 orang pangeran Arab Saudi, netizen menyambutnya riuh.

Setidaknya ada 4.700 cuitan yang menyebut "pangeran Arab" dalam tujuh hari terakhir menjelang kedatangan pangeran Arab ke Indonesia. Sebagian besar memuji-muji ketampanan mereka.

Hak atas foto
Twitter

Misalnya netizen Citra Heriadi Kirana, yang lewat akut Twitternya @Ra_Ria_Rana mencuit, "Kalau Arab invest ke Indonesia plus bawa tenaga kerja pangeran kayak gini, adek ikhlas deh."

Sementara dengan menggunakan Instagram, akun @santiyusnita1207 berujar, "Ternyataaaa.. Bukan cuma di negeri dongeng ada pangeran tampan.. Cup ah yang tengah paling kanan.."

Hak atas foto
Instagram

Dari tiga pernikahannya, Raja Salman memiliki 13 anak. Sebanyak 12 di antaranya adalah lelaki.

Salah satu pangeran yang fotonya kerap diunggah di media sosial adalah Mohammad bin Salman Al Saud. Pangeran yang juga merupakan wakil-dua perdana menteri Arab Saudi ini aktif di Instagram dengan akun @special_royal dan memiliki lebih dari 16.000 pengikut.

Unggahan Mohammad bin Salman di Instagram, sudah ramai dengan komentar netizen dari Indonesia yang mengucapkan 'selamat datang' di Indonesia.

Hak atas foto
Instagram

Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti siapa saja 25 pangeran yang dibawa oleh Raja Salman dalam kunjungan ke Indonesia, dan apakah Mohammad bin Salman Al Saud adalah salah satunya.

Keuntungan ekonomi bagi siapa?

Salah satu yang digembar-gemborkan terkait kedatangan Raja Salman ini adalah keuntungan yang akan dibawanya secara ekonomi bagi Indonesia.

Delegasi dari negara kaya minyak itu diperkirakan akan melakukan penanaman modal di Indonesia sebesar US$25 miliar atau Rp333 triliun.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Arab Saudi disebut-sebut akan berinvestasi Rp333 triliun di Indonesia.

Namun, sejumlah pengamat ekonomi menyebut sebenarnya Arab Saudi lah yang lebih membutuhkan Indonesia, bukan sebaliknya. Ini terkait anjloknya harga minyak dunia, yang turun dari US$90/barel pada 2010 menjadi US$40-US$50/barel.

Dengan peran sektor minyak yang mencapai separuh dari total nilai ekonomi Arab Saudi, pertumbuhan ekonomi negara di Timur Tengah ini pun meranggas dari 9,96% pada 2011 menjadi 1% tahun lalu.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Benarkah Arab Saudi ke Indonesia salah satunya dalam misi menawarkan saham Aramco?

Hendri Saparini dari lembaga kajian ekonomi, CORE, mengungkapkan keadaan ini mendesak Arab Saudi "melakukan diversifikasi sumber penerimaan mereka dan juga dari kegiatan ekonominya."

Salah satunya dengan rencana menjual saham perusahaan minyaknya, Aramco.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Harga minyak dunia yang anjlok membuat Arab Saudi terdesak untuk melakukan diversifikasi usaha dan pemasukan.

Penjualan saham minyak ini disebut-sebut sebagai salah satu tujuan kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia. "(Penjualan) 5% saham Aramco saja, maka pemerintah Arab Saudi akan mendapatkan dana segar sekitar US$100 miliar," sebut Rusli Abdulah, pengamat ekonomi dari INDEF.

Pelesir ke Bali, pantai ditutup?

Meskipun agenda 'utama' Raja Salman di Indonesia adalah bertemu Presiden Joko Widodo, tetapi mayoritas hari yang dihabiskan rombongannya adalah di Bali, yaitu enam hari.

"Tujuan (Raja Salman ke Bali) hanya untuk menikmati keindahan alam Bali. Tidak ada tujuan lain," ungkap Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Selasa (28/02).

Hak atas foto
AFP

Image caption

La Mirandole ditutup ketika Raja Salman dan rombongannya berlibur di kawasan pantai tersebut.

Namun, akankah pantai-pantai di Bali ditutup seperti ketika Raja Salman mengunjungi pantai Vallauris, di Prancis tenggara, Juli 2015 lalu?

"Kita juga tidak akan (meminta untuk) menutup tempat-tempat (wisata) di Bali. Semuanya akan berjalan dengan normal. Kita juga berkomitmen dengan Indonesia untuk tidak mengganggu kegiatan masyarakat secara umum," tutur Osama, seperti yang disampaikan penerjemahnya, Ahmad Jamaludin.

Hak atas foto
Quinn Rooney

Image caption

Suasana di Nusa Dua, Bali.

Raja Salman dan rombongan akan menginap di kawasan resort di Nusa Dua. Dua hotel bintang lima di sana: Hotel The St Regis Bali Resort dan The Laguna, dikabarkan telah penuh dipesan oleh tim raja Arab Saudi ini.

Tidak hanya itu, sebanyak 360 mobil mewah merk Toyota Alphard dan Mercedes Benz, serta 20 bus dan 45 truk, juga telah dipesan untuk mengangkut 1.500 anggota rombongan Raja Salman selama di Bali.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Sebanyak 30.000 pecalang ditugaskan untuk mengamankan liburan Raja Salman di Bali.

Aktivitas keluarga kerajaan dan pemerintah Arab Saudi di Bali ini menurut Ketua Forum Pecalang Bali, I Made Mudra, akan diamankan oleh 30.000 pecalang yang akan disebar di 1.488 desa adat di Bali. "Sebanyak 2.000 pecalang akan bertugas di area Nusa Dua dan Kuta, dekat dengan hotel Raja Salman."

Protes untuk TKI

Namun, di tengah gegap gempita kedatangan Raja Salman organisasi buruh Migrant Care meminta Presiden Joko Widodo menjadikan momen pertemuan ini untuk meminta Raja Arab Saudi memaafkan TKI yang terancam hukuman mati.

"Saya berharap Pak Jokowi memintakan ampun untuk mereka sehingga buruh migran Indonesia yang divonis, agar tidak dieksekusi mati," ungkap Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto
ADEK BERRY

Image caption

Lebih 40 TKI terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Menurut Anis saat ini ada lebih 40 TKI yang terancam hukuman mati, "dan bahkan ada yang akan dieksekusi mati".

Dia juga mengingatkan pertemuan ini selayaknya dimanfaatkan pemerintahan Indonesia agar Arab Saudi memperbaiki sistem ketenagakerjaannya sehingga bisa memperlakukan TKI "dengan lebih adil."

Hak atas foto
Ulet Ifansasti

Image caption

Migrant Care mencatat 2.864 pembantu rumah tangga masih dikirim di masa moratorium TKI.

"Di Arab Saudi buruh migran bekerja lebih 18 jam sehari. Banyak yang tidak digaji. Mereka mengalami kekerasan fisik-seksual, dan juga tidak dikasih libur," tutur Anis.

Saat ini Indonesia sedang menerapkan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi. Namun, Anis mengklaim sepanjang Mei 2015 hingga akhir 2016, "masih ada 2.864 pembantu rumah tangga yang dikirim dengan visa umroh, dll," pungkasnya.

Original Article