Merawat bahasa Jawa di bandara Dubai

32
Suasana Terminal 3 Bandara Internasional Dubai.
Suasana Terminal 3 Bandara Internasional Dubai.
© Ali Haider /EPA

Bahasa Jawa adalah bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia. Ada sekitar 90 juta orang yang masih menggunakannya, walau semakin lama eksistensinya semakin berkurang.

"Kondisi Bahasa Jawa agak memprihatinkan. Di kota-kota besar orang sudah alih bahasa, penutur Jawa malah mengajarkan anaknya berbahasa Indonesia. Rujukan mereka lebih ke Bahasa Indonesia, budaya nasional, kemudian budaya asing," jelas Ketua Umum Wikimedia Indonesia Biyanto Rebin kepada BBC Indonesia (4/8/2017).

Akan tetapi bahasa Jawa kembali ramai diperbincangkan sepekan belakangan ini. Penyebabnya adalah video yang diunggah ke Instagram dan YouTube oleh seorang pria bernama Wahyu Pratomo.

Dubai Airport Bahasa Jawa! (donotsettle)
© donotsettle

Pada video yang diunggah 1 Agustus 2017 tersebut terdengar pengumuman dalam bahasa Jawa krama inggil (halus) di sebuah bandara. Mengejutkannya, bandara tersebut bukanlah bandara lokal, melainkan Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab.

"Kaget benar, boarding announcement-nya pakai Bahasa Jawa. Saya ketawa-ketawa bareng orang Indonesia yang lain," kata Wahyu, warga Bandung yang sedang dalam penerbangan Amsterdam-Jakarta dan transit tiga jam di Dubai.

Bahkan di beberapa bandara di Indonesia yang pernah disinggahinya, lanjut Wahyu, ia belum pernah mendengar pengumuman yang menggunakan bahasa Jawa.

Warga negara lain pun heran melihat Wahyu dan beberapa penumpang asal Indonesia tertawa ketika mendengar pengumuman tersebut. Seorang warga Jerman yang penasaran menanyakannya kepada Wahyu.
"Dia tanya kok ketawa-ketawa. Memang ini bahasa apa? Saya jawab saja salah satu bahasa lokal kita. Javanese," kisah Wahyu kepada detik.com (5/8).

Di Indonesia, hingga saat ini hanya Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, yang menjadikan bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa yang dipakai untuk mengumumkan sesuatu kepada penumpang.

Sejak 2015, mengutip Khaleej Times, Bandara Internasional Dubai telah menggunakan 25 bahasa untuk pengumuman otomatis atau suara pengumuman yang telah direkam sebelumnya.

Hal tersebut dilakukan karena semakin beragamnya suku bangsa yang mampir ke bandara yang tahun lalu didatangi 86,3 juta penumpang itu.

Divisional Vice President dari Emirates, Walter Riggans, kepada BBC Indonesia menjelaskan, berbagai bahasa digunakan untuk memudahkan bagi penumpang yang tidak memahami bahasa Inggris atau Arab saat proses naik ke pesawat.

"Bersama pihak bandara, kami memasukkan 26 bahasa dalam sistem untuk dipakai di setiap pintu keberangkatan, sehingga supervisor yang bertugas bisa memilih bahasa sesuai penumpang yang akan terbang," kata Riggans

"Ini sangat membantu mempercepat proses naik pesawat."

Bahasa Jawa rupanya menjadi bahasa ke-26 yang ditambahkan oleh pengelola Bandara Internasional Dubai.

Riggans menambahkan bahwa bahasa Jawa yang dipakai bukan sekadarnya, tetapi mereka memilih menggunakan bahasa Jawa halus.

Situs berita Kumparan (5/8) berhasil menemukan perempuan yang menyuarakan pengumuman dalam bahasa Jawa halus tersebut.

Ia adalah Widya Fahmaani Sykorova, perempuan asal Malang, Jawa Timur, yang kini menetap di Praha, Republik Cek, dan bekerja sebagai guru bahasa Indonesia dan Inggris.

Widya bercerita ada temannya yang memberi tahu bahwa ada sebuah perusahaan data suara dari Amerika Serikat yang tengah mencari seorang announcer perempuan yang bisa berbahasa Jawa.

Ibu dua orang anak itu lalu mencoba melamar dan ternyata berhasil menyisihkan delapan orang pesaingnya.

Perusahaan itu lalu mengontrak Widya selama empat tahun mulai 2015. Rekaman suara yang berkaitan dengan pengumuman di bandara Dubai itu dilakukannya di Praha, baru kemudian dikirimkan ke Dubai.

Rekaman itu lalu diperbarui setahun sekali, menyesuaikan dengan perubahan jadwal yang terjadi di bandara tersebut.

BERITAGAR.ID