TV Italia hentikan tayangan ‘kiat kencan bernada seksis’

63
Televisi Italia

Hak atas foto
RAI 1

Image captionEpisode kontroversial itu dipandu oleh pembawa acara Paola Perego.

Sebuah stasiun televisi Italia menghentikan sebuah tayangan acara bincang-bincangnya setelah di sebuah segmen membahas kiat mengencani perempuan Eropa Timur yang antara lain disebut ‘selalu seksi’ dan ‘memaafkan selingkuh.’

Stasiun Rai Uno/Rai 1 milik negara ini telah meminta maaf atas tayangan tersebut, dan Presiden Deputi Kamar Dagang Italia, Laura Boldrini, turut mengecam tayangan yang disebutnya ‘tidak bisa diterima’ dan ‘menyinggung.’

Siaran petang yang bertajuk “Parliamone … Sabato (Mari kita bicara tentang hal itu … Sabtu),” dipandu oleh pembawa acara, Paola Perego.

Dalam edisi terbarunya, program itu menayangkan diskusi antar selebritas, membahas berbagai alasan mengapa pria-pria Italia ‘lebih memilih’ berkencan dengan perempuan asing.

Dalam tayangannya, program televisi itu menyiarkan sebuah grafis berjudul “Alasan mengapa kita memilih pacar dari Eropa Timur,” di antaranya:

  1. Mereka memang sudah menjadi ibu, tapi setelah melahirkan mereka bisa mengembalikan lagi bentuk tubuh seperti semula.
  2. Mereka selalu tampil seksi. Mereka tidak suka mengenakan baju olahraga ataupun piyama.
  3. Mereka selalu memaafkan setiap tindakan perselingkuhan.
  4. Mereka bersedia diatur oleh kaum pria.
  5. Mereka ibu rumah tangga yang sempurna, sudah belajar mengurus rumah tangga sejak masih muda.
  6. Mereka tidak merengek atau harus selalu ditemani, dan mereka pun tidak pernah menyimpan dendam.
Hak atas foto
TWITTER
Image captionDalam tayangannya, program televisi itu menyiarkan sebuah grafis berjudul “Alasan mengapa kita memilih pacar dari Eropa Timur.”

Tayangan itu tersebar luas dan menuai kecaman di media sosial Italia serta menjadi berita utama di surat kabar La Stampa dan Repubblica.

Tak ayal, para netizen pun mendesak agar pembawa acara bincang tersebut diskors dan menuntut dilakukannya penyelidikan.

“Ini sungguh mengejutkan, karena ternyata kita seakan berada di tahun 1950,” komentar salah satu pengguna Twitter.

Beberapa di antaranya malah memparodikan grafis yang ditayangkan dalam acara tersebut, mereka mebuat versi sendiri tentang alasan untuk berkencan dengan pria Italia.

Direktur stasiun TV Rai 1, Andrea Fabiano mencuitkan permintaan maafnya dalam Twitter, “Kami harus mengakui kesalahan itu, tak perlu berkilah. Saya memohon maaf kepada semua orang atas apa yang telah disaksikan dan didengar di acara #Parliamonesabato.”

Kepala stasiun televisi itu, Monica Maggioni, mengatakan, “Secara pribadi, saya merasa ikut terlibat sebagai seorang perempuan, dan saya meminta maaf, jika epresentasi ini telah ditayangkan oleh layanan siaran publik. Itu adalah sebuah kesalahan yang gila dan tidak dapat diterima.”

“Pertama-tama, saya memohon maaf. Lalu kami akan mengkaji mengapa hal seperti ini bisa terjadi.”

Original Article