Upaya Mempertahankan Kampung Tongkol dengan Isu Hijau

60

Upaya Mempertahankan Kampung Tongkol Dengan Isu Hijau

Sejak dua tahun warga Kampung Tongkol di tepi sungai Ciliwung, Jakarta, dilanda isu penggusuran. Sekarang mereka mencoba bertahan dengan membuat kampung ramah lingkungan.


Indonesien Jakarta Tongkol - Bemühungen um umweltfreundliches Leben (Getty Images/AFP/B. Ismoyo)

Kampung tongkol di tepian sungai Ciliwung kini berubah menjadi lokasi yang bersih dan hijau. Tanaman hijau dimana-mana, sampah tidak dibuang sembarangan. Kampung ini sebenarnya sudah akan digusur, tapi warga dengan bantuan lembaga swadaya Urban Poor Consortium (UPC) berusaha melakukan negosiasi dengan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI.

“Kami ingin membuktikan bahwa orang miskin dapat membawa perubahan, perubahan di lingkungan mereka,” kata Gugun Muhammad, warga Kampung Tongkol dan salah satu fasilitator dalam prakarsa kampung hijau.

Upaya membersihkan kampung termasuk menyingkirkan tumpukan sampah di tepi sungai Ciliwung dengan rakit, memasang tempat-tempat sampah di sekitar kampung dan tanda-tanda untuk mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

Tahun 2015, Kampung Tongkol sedianya akan digusur untuk program normalisasi Ciliwung. Namun setelah perundingan, disepakati bahwa warga akan memotong rumahnya hingga jarak 5 meter dari tepi sungai.

Indonesien Jakarta Tongkol - Bemühungen um umweltfreundliches Leben (Getty Images/AFP/B. Ismoyo)

Warga Kampung Tongkol ingin hindari penggusuran dengan isu ramah lingkungan

Warga kampung lalu memotong rumah mereka. Bahkan ada rumah yang harus dibongkar seluruhnya, karena terlalu dekat ke sungai. Rumah-rumah warga sekarang berukuran mungil. Mereka mengecat rumahnya dengan warna hijau, kuning dan biru.

Dalam kotak-kotak yang dibuat khusus, ditanam berbagai buah dan sayuran. Warga juga mulai membuat pupuk kompos dari sampah organik. Ada sekitar 260 keluarga yang tinggal di sini.

Tapi beberapa bulan lalu, Pemprov DKI berubah pikiran. Mereka menuntut lahan bebas 15 meter dari tepi sungai. Warga akhirnya membongkar lagi sebagian rumahnya. Tapi mereka tetap ingin bertahan di Kampung Tongkol.

Sekarang, tumpukan sampah yang pernah berjajar di tepi sungai sudah tidak ada. Juga banjir yang biasanya selalu datang pada musim hujan, sekarang makin jarang.

“Saya tidak mengatakan ini sudah berhasil, tapi kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Muhammad, Gugun Muhammad, yang bekerja untuk UPC.

Indonesien Jakarta Tongkol - Bemühungen um umweltfreundliches Leben (Getty Images/AFP/B. Ismoyo)

Kampung Tongkol ingin jadi model kampung ramah lingkungan

Tahun 2015, UPC mengucurkan bantuan dana Rp. 160 juta untuk pembangunan lima unit rumah contoh. Rumah contoh dibangun tiga lantai dengan lebar lima meter, untuk mengantisipasi lahan yang makin sempit.

Selama dua tahun terakhir, penggusuran karena kepentingan pembangunan memang makin gencar. Sungai-sungai harus dinormalisasi sebagai upaya untuk mencegah banjir. LBH Jakarta memperkirakan, lebih dari 8.000 keluarga terpaksa mengungsi tahun 2015, atau pindah ke rumah susun yang disediakan pemerintah.

Kampung Tongkol berusaha berbenah diri. Warga belajar mengurangi sampah atau melakukan daur ulang. Dimulai dengan cara-cara sederhana, misalnya menggunakan tas kain untuk berbelanja.

Namun hingga kini, status Kampung Tongkol masih belum jelas. Penggusuran masih tetap mengancam. Apalagi, Pemprov DKI sudah mempersiapkan rumah susun yang masih kosong sebagai penggantinya.

Gugun Muhammad mengatakan, warga berusaha melaksanakan kegiatannya sehari-hari tanpa fokus pada ancaman penggusuran.

  • Bildergalerie Oost-Indische Compaignie (VOC) (public domain)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Nadi Peradaban

    Tanpa Ciliwung Jakarta mungkin tidak pernah ada. Sungai sepanjang 120 kilometer itu ikut melahirkan peradaban awal berupa Kerajaan Tarumanegara. Kesultanan Banten, pemerintahan kolonial Portugal dan Belanda menggunakan Ciliwung sebagai jalur transportasi utama dan sumber air minum. Namun sejarah panjang sungai tersebut kini nyaris dilupakan.

  • Indonesien Umweltverschmutzung in Jakarta (Getty Images/AFP/G. Chai Hin)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Pelarian Kaum Terbuang

    Sejak 40 tahun terakhir wajah bantaran Ciliwung dipenuhi pemukiman kumuh buat kaum terpinggirkan. Ketiadaan ruang hidup yang terjangkau memaksa mereka menempati lahan milik negara tersebut. Buruknya perencanaan tata kota dan infrastruktur untuk mendukung pemukiman penduduk membuat Ciliwung menjadi daerah kotor dan berpolusi.

  • Indonesien Umweltverschmutzung in Jakarta (Getty Images/AFP/G. Chai Hin)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Polusi demi Uang

    Namun begitu penduduk bukan satu-satunya sumber polusi Ciliwung. Studi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama empat tahun yang dipublikasikan 2014 silam menyebut 17 perusahaan rajin membuang limbahnya di sungai tersebut. Pada 2011 Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah BPLHD Jakarta telah memperingatkan, air resapan tanah di Ciliwung telah terkontaminasi bakteri E Coli lebih dari 90 persen.

  • Indonesien Umweltverschmutzung in Jakarta (Getty Images/AFP/G. Chai Hin)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Proyek Masa Depan

    Bahkan sejak 1995 perusahaan air minum Jakarta, PT Palyja dan PT Aetra, tidak lagi mengambil air dari Ciliwung, melainkan Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Seharusnya harga air buat sekitar 5 juta konsumen di Jakarta bisa berkurang drastis jika kejernihan air Ciliwung bisa dikembalikan. Dengan kebutuhan air yang kian melonjak, normalisasi Ciliwung menjadi proyek masa depan yang tak bisa diabaikan

  • Symbolbild - Toilette in Indonesien (picture-alliance/dpa)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Polemik di Bantaran Sungai

    Rencana itu kemudian dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2012. Normalisasi Ciliwung melibatkan pelebaran bibir sungai hingga mencapai 50 meter, seperti pada era kolonial Belanda. Namun hal tersebut berarti menggusur penduduk yang tinggal di bantaran sungai. Ujung-ujungnya proyek pemprov DKI itu mengundang polemik dan kritik karena dianggap mengorbankan penduduk miskin.

  • Indonesien Umweltverschmutzung in Jakarta (Getty Images/AFP/A. Berry)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Perang Identitas Kota

    Arus balik animo publik berkutat pada masalah penggusuran. Sejumlah aktivis menilai normalisasi Ciliwung mengebiri identitas kota dan mengubur predikat Jakarta yang inklusif buat semua. Membangun tanpa menggusur menjadi moto yang dirapal oleh sebagian pakar tata kota. Pemerintah Provinsi sebaliknya terkesan ingin mempercepat normalisasi karena khawatir kehilangan momentum politik jelang Pilkada

  • Indonesien Umweltverschmutzung in Jakarta (Getty Images/AFP/G. Chai Hin)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Penggusuran atau Relokasi?

    Penggusuran sebagai bagian dari normalisasi sungai adalah ganjalan terbesar. Menurut Pemprov DKI, sebanyak 75.000 keluarga harus direlokasi untuk membebaskan bantaran sungai dari pemukiman kumuh. Kondisi tersebut menambah rumit masalah Ciliwung. Tidak heran jika rencana awal menyebut proyek normalisasi akan memakan waktu hingga 20 tahun.

  • Indonesien Umweltverschmutzung in Jakarta (Getty Images/AFP/G. Chai Hin)

    Metamorfosis Sungai Ciliwung

    Jernih Sungai Ciliwung

    Perlahan wajah Ciliwung mulai berubah. Sungai yang dulunya dipenuhi sampah dan berbau busuk, kini bersih dan terkesan asri. Pemerintah dan penduduk berharap normalisasi bisa menghadang banjir yang tiap tahun menggenangi bantaran sungai. Namun proyek raksasa ini belum akan selesai dalam waktu dekat. Prahara yang menyertai penggusuran pun akan terus berlanjut selama belum ada model pendekatan lain

 

hp/ (afp)

Laporan Pilihan

 

Metamorfosis Sungai Ciliwung

Sungai Ciliwung adalah nadi kehidupan sejak era Tarumanegara hingga Jakarta. Setelah dijadikan lubang sampah ibukota, sungai bersejarah itu mulai berubah. Kini Ciliwung menjadi ladang perseteruan demi identitas kota (12.01.2017)

 

Konten terkait

 

Indonesien Islamisten Demo in Jakarta

Pilkada Jakarta: Tolok Ukur Pertarungan Politik Jelang Pemilu Nasional
13.02.2017

Pemilihan gubernur Jakarta kali ini jadi barometer peta kekuasaan dan arah pergerakan politik Indonesia jelang pemilu legislatif dan pemilu presiden yang akan digelar serentak 2019.

 

 

Indonesien Basuki Tjahaja Purnama Guverneur von Jakarta

Ahok, Indikator
28.03.2016

Ketika partai-partai tampak hanya jadi mainan orang kaya dan orang tua, sejumlah indikator dalam ulasan Goenawan Mohamad ini menjadi sangat penting.

 

 

Indonesien Jakarta Polizist bricht Tür auf im Stadtteil Kalijodo

Daeng Aziz Ditangkap, Kalijodo Ditertibkan
29.02.2016

Pembongkaran bangunan ilegal di zona hijau Kaliojodo, Jakarta, dimulai pagi ini. Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ingin semuanya selesai dalam satu hari. Sebagian warga mendapat fasilitas rumah susun.

Original Article