Wacana tanpa degradasi di Liga 1, MU kokoh di puncak

122
Penyerang Madura United (MU) Peter Ozase Odemwingie (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Persela Lamongan, Ahmad Birrul Walidan, dalam laga Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (4/8).
Penyerang Madura United (MU) Peter Ozase Odemwingie (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Persela Lamongan, Ahmad Birrul Walidan, dalam laga Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (4/8).
© Saiful Bahri /Antara Foto

Berbagai keputusan kontroversial, baik di dalam maupun luar lapangan, kerap mewarnai perjalanan liga sepak bola Indonesia. Tak terkecuali Go-jek Traveloka Liga 1 yang memasuki paruh kedua musim perdananya ini.

Setelah masalah aturan pemasangan pemain U-23, klub yang memakai stadion lain sebagai kandang, wasit asing, kini muncul wacana baru untuk menghilangkan degradasi dari Liga 1 pada musim ini.

Wacana tersebut muncul pada pertemuan informal antar-manajer yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

"Menurut kami banyak pertandingan yang tidak sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Misalnya terkait jadwal tandang atau kandang yang dialami Persiba Balikpapan dan Perseru Serui," kata Munafri Arifuddin, CEO PSM, pada jumpa media di sekretariat PSM, Sabtu (5/8/2017), dikutip Bola.

Mereka juga menyoroti perubahan mendadak peraturan penggunaan pemain U-23 di Liga 1. Awalnya PSSI dan penyelenggara liga mewajibkan setiap tim untuk menurunkan sedikitnya tiga orang pemain berusia di bawah usia 23 tahun dalam setiap pertandingan.

Alasan PSSI saat itu adalah agar pemain muda mendapat kesempatan bermain lebih banyak, sehingga mereka berkembang lebih baik. Indonesia pun takkan kekurangan bakat-bakat muda.

Akan tetapi, peraturan itu lalu diubah di tengah musim dengan alasan terkait persiapan tim nasional U-22 ke Sea Games 2017. Uniknya, peraturan baru tersebut hanya diberlakukan selama dua bulan hingga 30 Agustus, atau ketika SEA Games usai.

Menurut Munafri, beberapa manajer yang bertemu di Jakarta itu merasa kompetisi berjalan tidak adil karena aturan yang selalu berubah. Oleh karena itu mereka berpendapat sebaiknya sistem degradasi tidak ditetapkan dulu.

Belum ada tanggapan dari PSSI maupun Liga Indonesia Baru mengenai berkembangnya wacana tanpa degradasi di Liga 1 ini.

Madura United mantap di puncak

Dari lapangan hijau, pada pertandingan akhir pekan ini Madura United memantapkan posisi mereka di puncak klasemen setelah menang 2-1 atas tim tamu Persela Lamongan di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/8).

Fandi Eko Utomo menjadi pahlawan kemenangan MU melalui golnya pada injury time. Sebelumnya, Slamet Nurcahyono membawa tuan rumah unggul pada menit ke-13 tetapi Persela membalas melalui gol Kosuke Uchida pada menit ke-31.

MU memimpin klasemen Liga 1 dengan 35 poin dari 18 pertandingan, sementara Persela turun ke posisi 11 dengan 24 poin.

Sementara itu, Bhayangkara FC naik dari peringkat ke-4 ke posisi kedua klasemen dengan 33 poin setelah menundukkan Arema FC, 2-1, di Stadion Candrabhaga, Bekas, Jumat (4/8).

Dendi Sulistyawan dan Ilham Udin masing-masing mencetak satu gol untuk Bhayangkara, sementara gol Arema dicetak striker gaek Cristian Gonzales.

Pada Sabtu (5/8), Persib Bandung, yang kembali bermain di Stadion Si Jalak Harupat, menaklukkan PS TNI 3-1. Raphael Maitimo mencetak dua gol, ditambah gol Michael Essien yang seperti membuktikan dirinya belum habis.

Satu-satunya gol PS TNI dijaringkan Sansan Fauzi pada menit ke-90.

Kemenangan ini menjadi pelipur lara bagi Persib yang mengalami cobaan beruntun. Mulai dari performa buruk yang membuat pelatih Djadjang Nurdjaman hengkang, tewasnya seorang penggemar saat menjamu Persija, hingga diputusnya kontrak striker Carlton Cole.

Maung Bandung naik ke peringkat ke-13 dengan 24 poin, sementara PS TNI tertahan di posisi ke-9 dengan 25 poin.

Pada pertandingan lainnya, Sabtu (5/8), gol Alberto Goncalves satu menit sebelum pertandingan selesai membawa Sriwijaya FC menang di kandang Pusamania Borneo FC.

Ini adalah kemenangan pertama Sriwijaya setelah bermain imbang dalam empat pertandingan beruntun.

"Buat saya mendapatkan satu poin saja sudah cukup, tapi ternyata pemain menginginkan hasil lain. Kami sangat bersyukur, dan mengapresiasi perjuangan pemain," kata Hartono Ruslan, pelatih caretaker Sriwijaya, kepada Goal.com.

Sriwijaya kini menjauh dari papan bawah, naik ke peringkat ke-12 dengan 24 poin dari 18 pertandingan.

Di Stadion Agus Salim, Padang, Sabtu (5/8), tuan rumah Semen Padang melumat Persegres Gresik United 4-1 dan naik ke peringkat ke-10.

BERITAGAR.ID